Cara Mencuci Clodi Supaya Kualitas Clodi Terjaga

01/01/2017 by no comments Posted in artikel

gambar utama artikel cara mencuci clodi

Cara mencuci clodi atau cara merawat clodi yang baik dan benar sangat penting untuk diketahui. Pasalnya, tingkat keawetan clodi bergantung sepenuhnya pada cara perawatan clodi.

Apabila perawatan clodi dilakukan dengan baik, maka clodi akan awet dan terjaga kualitasnya.

Sebaliknya, apabila clodi dirawat dengan cara yang salah, maka clodi tidak akan awet dan kualitasnya pasti menurun.

Nah, bagi Bunda yang ingin tahu bagaimana cara mencuci clodi yang baik dan benar, yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Perawatan Clodi

Perawatan clodi mencakup cara mencuci clodi, cara mengeringkan clodi, dan cara stripping clodi.

Pembahasan kita mulai dari cara mencuci clodi dulu, ya.

Cara mencuci clodi terbagi dua: cara mencuci clodi baru dan cara mencuci clodi lama.

Sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan dalam cara mencuci clodi baru dan lama, yang membedakan hanya, kalau clodi baru harus di-prewash, sedangkan clodi lama tidak di-prewash.

Mengapa clodi baru perlu di-prewash?

Tujuannya, agar clodi baru yang akan digunakan benar-benar bersih dari sisa-sisa residu hasil finishing pabrik.

Bagaimana cara melakukan prewash? Untuk mengetahui jawabannya, teruskan membaca.

Cara Prewash Clodi

Untuk mengetahui cara prewash clodi, perhatikan poin-poin berikut:

  1. Lepaskan insert dari cover-nya.
  2. Untuk clodi model snap, lepaskan semua snap sebelum dicuci. Untuk clodi model velcro, pastikan ia terpasang pada laundry-tab agar velcro tidak tersangkut / menempel pada pakaian yang lain.
  3. Clodi bisa dicuci dengan menggunakan tangan atau mesin cuci. Cucilah clodi baru dengan menggunakan deterjen yang bebas dari zat pemutih, pelembut, dan pewangi. Jika Bunda mengalami kesulitan dalam memperoleh deterjen yang dimaksud, maka gunakan saja sabun mandi cair atau Ecowash.
  4. Selesai dicuci, jemur clodi dengan menekuknya di garis vertikal, dengan posisi inner menghadap ke atas, dan outer menghadap ke bawah.
  5. Saat menjemur clodi, pastikan outer tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sebab, menjemur outer di bawah terik sinar matahari bisa menyebabkan permukaan outer—yang biasanya terbuat dari bahan PUL—mengalami kerusakan (retak-retak). Adapun inner boleh terkena sinar matahari secara langsung. Oh ya, insert microfiber tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung. Jadi, jemurlah insert microfiber di lokasi yang teduh (NB: Apabila cuaca mendung, maka jemur saja clodi di tempat yang teduh, atau tempatkan dalam ruangan untuk kemudian diangin-anginkan).
  6. Setelah clodi kering, ulangi lagi proses pencucian dan penjemuran hingga 3 kali.
  7. Setelah melalui 3 kali proses pencucian, maka clodi sudah bisa digunakan oleh anak.
gambar cara menjemur clodi
Ilustrasi cara menjemur clodi yang benar.
cara menjemur insert clodi termasuk cara merawat clodi
Ilustrasi cara menjemur insert yang benar.

Apabila anak telah menggunakan clodi selama ± 4 jam, atau anak buang air besar, maka kita harus segera melepaskan clodi yang dipakai oleh anak dan menggantinya dengan clodi yang baru.

Apa yang harus kita lakukan terhadap clodi yang kotor tersebut?

Pertama-tama, pisahkan insert dari cover, lalu hilangkan sebanyak mungkin kotoran yang menempel pada cover dan insert dengan cara membilasnya dengan air bersih menggunakan semprotan air.

seorang ibu sedang merawat clodi dengan cara membersihkannya dengan jet washer

Bila semprotan air tidak ada, maka gunakan gayung atau letakkan clodi di bawah kucuran air keran.

Setelah itu, kita bisa memilih apakah akan mencucinya langsung atau menyimpannya terlebih dahulu untuk dicuci nanti.

Apabila kita memilih untuk menyimpannya terlebih dahulu, maka kita bisa menggunakan salah satu dari dua metode penyimpanan berikut: metode basah dan metode kering.

Metode Penyimpanan Clodi Kotor

Metode Basah

ilustrasi penerapan metode basah dalam perawatan clodi

  • Rendam clodi dengan air di dalam ember, tanpa deterjen. Boleh ditambahkan sedikit soda kue (baking soda).
  • Soda kue cukup ampuh untuk mengangkat noda membandel dan juga menghilangkan bau tidak sedap.
  • Clodi direndam sampai tiba jadwal mencuci (disarankan untuk menghindari perendaman yang terlalu lama, karena kelembaban yang dibiarkan lama bisa menimbulkan bintik hitam di permukaan kain clodi).
  • Pada saat akan mencuci, buang air rendaman.
  • Peras dengan lembut (tidak perlu kuat-kuat, yang penting air rendaman tidak terlalu banyak terbawa).

Metode kering

  • Simpan clodi di dalam ember. Sebaiknya gunakan ember yang memiliki penutup agar baunya tidak menyebar kemana-mana.
  • Boleh ditabur sedikit baking soda untuk membantu menghilangkan noda dan bau tidak sedap.
  • Clodi disimpan di dalam ember tersebut sampai tiba waktu / jadwal mencuci (disarankan untuk tidak menyimpan clodi basah dalam waktu lama, karena kelembaban yang dibiarkan lama bisa menimbulkan bintik-bintik hitam di permukaan kain clodi).

Setelah clodi dibersihkan kotorannya dan disimpan, maka langkah selanjutnya adalah pencucian.

Cara Mencuci Clodi

Cara Mencuci Clodi dengan Tangan

  • Gunakan deterjen yang direkomendasikan untuk clodi.
  • Kucek secukupnya.
  • Kemudian bilas beberapa kali hingga clodi bersih dari busa atau sisa sabun.
  • Setelah dicuci–jika masih tercium bau kurang sedap–ulangi siklus cuci karena itu bisa menandakan kuman-kuman belum benar-benar hilang selama proses pencucian sebelumnya.
  • Lakukan “tes bau” setelah mencuci. Jika clodi memiliki aroma seperti deterjen atau sabun, lakukan pembilasan ulang.

Cara Mencuci Clodi dengan Mesin Cuci

cara mencuci clodi dengan mesin cuci

  • Pisahkan clodi kotor dari pakaian-pakaian bayi yang lain. Jangan mencuci clodi bersamaan dengan pakaian lainnya.
  • Insert kotor yang sudah dibilas atau direndam bisa dicuci bersama dengan cover.
  • Hindari memasukkan terlalu banyak clodi ke dalam tabung mesin cuci agar tidak berjejalan. Tujuannya, agar mesin cuci bisa membersihkan cucian secara sempurna serta menghindarkan clodi dari gesekan berlebih satu sama lain.
  • Gunakan deterjen yang tidak mengandung zat pelembut, pemutih, dan pengharum. Jika Bunda mengalami kesulitan dalam memperoleh deterjen yang dimaksud, maka gunakan saja sabun mandi cair atau Ecowash.
  • Setelah dicuci, jika masih tercium bau kurang sedap, ulangi siklus cuci karena itu bisa menandakan kuman-kuman belum benar-benar hilang selama proses pencucian sebelumnya.
  • Lakukan “tes bau” setelah mencuci. Jika clodi memiliki aroma seperti deterjen atau sabun, ulangi pembilasan.

Cara Menjemur Clodi

Saat akan menjemur clodi, maka clodi harus diposisikan secara horisontal (memanjang dari kanan ke kiri, atau kiri ke kanan / bukan memanjang dari atas ke bawah atau bawah ke atas), lalu dijemur dengan menekuk bagian tengahnya.

contoh cara menjemur clodi yang benar

Saat menjemur clodi, kita juga harus memastikan posisi inner menghadap ke atas dan outer menghadap ke bawah agar outer terhindar dari sinar matahari secara langsung. Begitu pula insert microfiber, ia juga tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.

Setelah kering, kita bisa langsung melipat clodi dan menyimpannya, atau bisa juga langsung memakaikannya ke anak.

Stripping Clodi

stripping clodi

  • Stripping clodi adalah cara untuk menghilangkan residu dari clodi.
  • Residu ini dapat disebabkan karena timbunan deterjen atau sabun.
  • Timbunan residu dapat menyebabkan bau dan menurunkan kualitas clodi.

Cara Stripping Clodi

  • Cuci dan bilas dengan air bersih tanpa deterjen sampai tidak muncul busa. Setelah itu lakukan proses pengeringan seperti biasa.
  • Lakukan stripping secara berkala, sebulan sekali misalnya.

Catatan:

  • Menambahkan ½ cangkir air lemon pada saat pencucian bisa membantu menghilangkan noda dan bau tidak sedap.
  • Menambahkan baking soda pada saat pembilasan awal juga bisa membantu menghilangkan noda dan bau tidak sedap.
  • Clodi tidak boleh disetrika.

Penutup

Demikian panduan cara merawat clodi. Rawatlah clodi dengan sebaik-baiknya agar clodi milik Bunda lebih awet dan lebih terjaga kualitasnya.

Selamat mencoba!


UPDATE:

UPDATE 1: Cara Menghilangkan Bintik Hitam dari Permukaan Clodi

Cara menghilangkan bintik hitam dari permukaan clodi penting diketahui oleh setiap Bunda yang anaknya menggunakan clodi.

Sebab, bintik hitam bisa saja muncul di permukaan clodi.

Kemunculan bintik hitam di permukaan clodi biasanya disebabkan oleh tiga hal:

  1. Menumpuk clodi kotor dan membiarkannya lembab dalam keadaan lama.
  2. Proses penjemuran yang tidak sempurna (belum kering sudah diangkat dari jemuran, lalu ditumpuk di dalam lemari atau rak pakaian padahal kain clodi masih lembab).
  3. Clodi disimpan dalam lemari pakaian yang lembab.

Ketiga hal di atas bisa menyebabkan munculnya bintik hitam di permukaan clodi.

Untuk mencegahnya, Bunda harus menerapkan tiga tips berikut ini:

  1. Jangan menumpuk clodi kotor dan membiarkannya lembab dalam jangka waktu yang lama. Usahakan untuk segera mencuci clodi yang kotor.
  2. Jangan angkat clodi yang masih basah dari jemuran lalu menyimpannya dalam lemari. Clodi yang masih lembab harus dikeringkan terlebih dahulu hingga benar-benar kering sebelum ia disimpan di dalam lemari atau rak penyimpanan.
  3. Pastikan lemari atau rak penyimpanan berada dalam kondisi kering dan bersih. Gunakan alat yang bisa membantu menyerap kadar air di dalam lemari penyimpanan. Alat ini sekarang sudah banyak dijual di pusat-pusat perbelanjaan modern. Silakan dibeli dan diletakkan di lemari penyimpanan clodi Bunda.

Demikian tiga tips untuk mencegah munculnya bintik hitam di permukaan clodi.

Nah, bagaimana jika bintik hitam sudah terlanjur muncul?

Jika bintik hitam sudah muncul, maka Bunda perlu melakukan cara berikut:

  1. Rendam insert atau clodi di dalam air hangat selama 10 — 30 menit. Perhatikan label kemasan clodi. Di label kemasan biasanya terdapat keterangan berapa derajat celcius maksimal yang bisa digunakan untuk membersihkan clodi. Jika di label kemasan tidak ada keterangan tersebut, silakan Bunda tanyakan pada penjual di mana Bunda membeli clodi.
  2. Kucek bagian clodi yang terdapat bintik hitam, lalu bilas berulang kali dengan air bersih.
  3. Dalam proses pengucekan, gunakan cuka atau jeruk nipis. Zat yang terkandung dalam keduanya sangat ampuh melenyapkan jamur yang menyebabkan noda hitam.
  4. Lakukan proses penjemuran seperti biasa. Lama kelamaan bintik hitam akan hilang.

Demikian penjelasan kami tentang cara menghilangkan bintik hitam dari permukaan clodi.

Selamat mencoba!


UPDATE 2: Cara Menghindari Terjadinya Kebocoran pada Clodi

Cara menghindari terjadinya kebocoran pada clodi perlu diketahui agar clodi yang dimiliki tidak mengalami kebocoran.

Memiliki clodi yang bocor sungguh menyebalkan, bukan?

Bahkan, bukan saja membuat sebal, tapi juga membuat kita sangat kesal karena clodi yang sudah terlanjur dibeli menjadi sia-sia alias tidak berguna.

Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya kebocoran pada clodi, kita perlu tahu apa saja hal yang bisa menyebabkan clodi menjadi bocor.

Kalau kita tahu apa saja faktor-faktor yang bisa menyebabkan clodi menjadi bocor, kita bisa menerapkan cara menghindari terjadinya kebocoran pada clodi sehingga clodi yang dimiliki tetap terjaga kualitasnya dan awet selama mungkin.

Berdasarkan pengalaman kami, setidaknya ada tiga faktor yang bisa menyebabkan clodi menjadi bocor. Berikut penjelasannya.

3 Faktor yang Bisa Menyebabkan Clodi Menjadi Bocor

1. Salah dalam Pemakaian

Salah dalam pemakaian clodi bisa menyebabkan clodi menjadi bocor.

Kesalahan dalam pemakaian clodi meliputi tiga hal:

  1. Clodi yang dipakai ukurannya kebesaran.
  2. Pemasangan clodi yang tidak rapi.
  3. Pemakaian krim khusus atau minyak di area pantat bayi (krim biasanya digunakan pada saat bayi terkena ruam atau iritasi)

Apabila seorang anak menggunakan clodi yang ukurannya tidak sesuai dengan dirinya, maka bagian lingkar paha biasanya tidak bisa menutup rapat, sehingga urine bisa keluar dengan leluasa melewati celah-celah yang terdapat di bagian lingkar paha.

memakai clodi yang kebesaran tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan urine keluar melalui celah paha yang tidak tertutup rapat

Selain pemakaian clodi yang ukurannya kebesaran, pemasangan clodi yang tidak rapi juga bisa memunculkan celah-celah di bagian lingkar paha, sehingga memungkinkan terjadinya bocor samping.

Terakhir, penggunaan krim atau minyak di area pantat bayi bisa menyebabkan insert clodi menjadi bersifat repellent (menolak air). Karena sifat insert berubah menjadi repellent, maka ia tidak mampu menjalankan fungsi utamanya dengan baik, yaitu menyerap urine.

Bila insert sudah tidak bisa menyerap urine, urine akan mengalir ke bawah dan ketika leg gusset sudah tidak mampu lagi menahan urine, maka urine akan menembus pertahanan leg gusset dan terjadilah bocor samping.

Oleh karena itu, jika bayi mengalami ruam atau iritasi dan memang harus menggunakan krim khusus untuk mengatasinya, maka Bunda harus menambahkan liner di atas insert atau inner guna mencegah krim atau minyak mengenai insert.

contoh liner
Liner.
liner harus diletakkan di atas insert atau inner clodi
Saat bayi terkena ruam atau iritasi dan harus memakai krim khusus dalam rangka pengobatan, maka liner harus dipakai untuk agar krim tidak mengenai insert.
2. Salah dalam Perawatan

Selain kesalahan dalam pemakaian, kebocoran clodi juga bisa disebabkan oleh kesalahan dalam perawatan.

Kesalahan dalam perawatan clodi bisa menyebabkan menurunnya kemampuan daya serap insert, rusaknya bahan polyurethane laminated (PUL), dan hilangnya elastisitas karet yang ada di sekitar lingkar paha.

Penurunan kualitas insert dapat disebabkan pada proses perawatan yang kurang tepat atau memang usia insert yang sudah cukup lama terpakai.

Kesalahan dalam perawatan insert itu meliputi:

  • Merendam clodi terlalu lama.
  • Mencuci insert dengan menggunakan zat pelembut, pemutih, dan pewangi.
  • Mencuci insert dengan menyikatnya sehingga serat kain menjadi berudul.
  • Menjemur insert di bawah sinar matahari secara langsung.
  • Mencuci clodi dengan menggunakan sabun mandi batang atau deterjen bubuk. Sabun mandi batang atau deterjen bubuk bisa meninggalkan residu pada insert sehingga menjadikan insert bersifat repellent (menolak air).
  • Tidak pernah melakukan stripping.

Adapun kerusakan bahan PUL, biasanya akibat penjemuran yang salah. Menjemur bahan PUL di bawah sinar matahari secara langsung akan menyebabkan permukaan PUL mengalami keretakan sehingga menimbulkan celah — celah inilah yang menjadi tempat keluar urine.

Sedangkan hilangnya elastisitas karet yang terdapat di lingkar paha, biasanya diakibatkan oleh perendaman clodi yang lama dan teknik penjemuran yang salah.

Berdasarkam pengalaman sebagian pengguna, perendaman clodi yang terlalu lama, lebih dari 1 jam misalnya, bisa merusak elastisitas karet yang terdapat pada clodi (karet biasanya terdapat di bagian pinggang dan leg gusset). Karet clodi menjadi kendor atau tidak elastis lagi, sehingga karet clodi tidak mampu mencengkeram paha bayi dengan baik.

Adapun teknik penjemuran yang salah adalah seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.

Jika menjemur clodi dengan memposisikan seperti gambar di bawah ini, maka kerjasama antara gravitasi bumi dan berat clodi yang mengandung air akan membuat karet menjadi tertarik ke bawah.

contoh cara menjemur yang salah
Selain merusak lapisan waterproof akibat terpaparnya outer dengan panas sinar matahari, cara menjemur seperti ini juga bisa menyebabkan karet lingkar paha mengendur (tidak lagi kencang).

Apabila clodi dijemur dengan menggunakan cara seperti ini secara terus-menerus, maka elastisitas karet akan hilang, sehingga karet clodi tidak mampu lagi untuk mencengkeram paha secara rapat. Akibatnya, urine bisa mengalir keluar secara leluasa melalui celah lingkar paha.

3. Penggunaan Clodi Melebihi Kapasitas

Secara umum, 1 insert clodi dapat menyerap dan menampung sekitar 150 cc. Normalnya, produksi urine seseorang adalah 0.5–1 cc/kg berat badan setiap jamnya.

Sebagai contoh, jika berat badan anak adalah 10 kg, maka banyaknya urine yang dikeluarkan adalah 5–10 cc/jam atau 20–40 cc/4 jam.

Jika berat badan anak adalah 20 kg, maka banyaknya urine yang dikeluarkan adalah 10–20 cc/jam atau 40–80 cc/4 jam.

Jika berat badan anak adalah 30 kg, maka banyaknya urine yang dikeluarkan adalah 15–30 cc/jam atau 60–120 cc/4 jam.

Dengan demikian, jika clodi digunakan lebih dari kapasitas maksimalnya, maka clodi bisa bocor. Urine bisa keluar melewati celah pada lingkar paha, akibat daya tampung insert yang sudah melebihi batas.

Cara Mencegah Terjadinya Kebocoran pada Clodi

Setelah mengetahui apa saja faktor-faktor yang bisa menyebabkan clodi menjadi bocor, selanjutnya mari kita pelajari cara menghindarinya.

Untuk menghindari penyebab nomor 1, sebelum membeli, Bunda harus memberitahukan kepada penjual clodi berat badan anak Bunda saat ini. Hal ini penting dilakukan agar penjual tidak salah dalam merekomendasikan clodi untuk anak Bunda.

Membeli clodi yang ukurannya lebih besar dari ukuran anak yang sekarang boleh. Namun, dalam pemakaiannya, jangan sekarang, melainkan nanti saja.

Selain memakaikan anak dengan clodi yang ukurannya sesuai dengan dirinya, jangan lupa juga untuk memasangkan clodi serapi mungkin, agar tidak ada celah yang timbul di bagian lingkar paha.

clodi harus dipakai serapi mungkin untuk menghindari munculnya celah di bagian lingkar paha

Untuk menghindari penyebab nomor 2, rawatlah clodi sesuai dengan cara yang disarankan. Cara mencuci clodi yang baik memiliki peran yang besar dalam menjaga agar clodi tetap awet dan terjaga kualitasnya.

Adapun untuk menghindari penyebab nomor 3, gantilah clodi maksimal setiap 4 jam sekali.

Selain menjaga agar pemakaian clodi tidak melebihi kapasitasnya, juga agar anak terhindar dari ruam popok. Sebab, dokter sendiri menyarankan pemakaian popok maksimal 4 jam saja.

Demikian cara menghindari terjadinya kebocoran pada clodi.

Selamat mencoba!

***

PS: Bagi Bunda yang belum memiliki clodi, dan ingin membeli clodi murah lagi berkualitas tinggi, silakan kunjungi halaman beranda untuk membaca informasi tentang spesifikasi clodi yang dijual oleh Clodia Store sekaligus memilih motif yang tersedia.

Selamat berbelanja clodi!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*

Related Story